RESENSI BUKU: “THE 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE”

Cover Buku

Judul                                     : The 7 Habits of Highly Effective People

Penulis                                 : Stephen R. Covey

Negara                                 : Amerika Serikat

Bahasa                                  : Bahasa Inggris

Genre                                   : Nonfiksi

Penerbit                              : Free Press

Tahun Penerbitan            : 1989

Jumlah Halaman               : 381

ISBN                                      : 0-7432-6951-9

Tujuh Kebiasaan dari Orang dengan Efektivitas Tinggi. Buku ini telah terjual sebanyak 25 juta eksemplar. Dicetak dan diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1989. Berikut resensi singkat buku ini:

Dari Buku ini ada 3 hal yang dapat menjadi pelajaran:

  1. Lakukan “Funeral Test”.
  2. Belajar bagaimana caranya mengatakan “Tidak”
  3. Berlatih untuk mendengar dengan baik dan aktif

Mari kita bahas satu-persatu

1.Lakukan “Funeral Test”.

Funeral artinya adalah pemakaman. Tes Pemakaman?? Nanti kita akan bahas lebih mendalam.

Covey pengarang buku ini mengajak kita untuk berpikir: “Begin with the end in mind”.  Maksudnya adalah memulai sesuatu itu harus dengan memiliki kejelasan di pikiran nanti hasil akhirnya seperti apa. Dia berpendapat bahwa mengerjakan sesuatu yang dilakukan dalam waktu yang singkat (efisien) akan berguna apabila kita melakukannya pada arah yang benar. Jangan sampai kita susah-susah menaiki suatu tembok dengan tangga dan begitu sampai di atas kita baru menyadari bahwa kita telah menaiki tembok yang salah. Hal ini dapat dilakukan apabila kita memahami tujuan jangka panjang kita. Kita dapat melakukannya dengan menyelaraskan setiap keputusan yang kita ambil dengan tujuan jangka panjang tersebut. Hal yang terbaik dan termudah untuk mengetahui tujuan dari jangka panjang tersebut adalah melakukan “Funeral Test”. Test Pemakaman. Pengarang pertama kali mendengar tentang hal ini dari Tai Lopez. Tanyakan pada diri Anda sendiri akan 3 hal berikut:

  1. Apa yang saya ingin orang-orang katakan tentang saya di pemakaman saya nanti?
  2. Sebagai orang yang seperti apa, saya nanti dikenang oleh orang-orang setelah saya meninggal?
  3. Untuk hal apa, saya nanti dikenang setelah saya meninggal?

Sesuaikan dengan jumlah relasi Anda (keluarga, teman, klien, mitra pelanggan dan lain-lain), seberapa banyak jumlah orang yang Anda inginkan datang di pemakaman untuk meratapi kematian Anda.

Seperti yang Steve Job katakan: “Semua harapan dari luar, kebanggaan, takut malu atau gagal – hal-hal ini hanya akan hilang ketika kematian Anda terjadi, dan yang tertinggal hanyalah apa yang benar-benar penting”.

Sebenarnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membuat Anda menyadari bahwa, gaya hidup kelas eksekutif bukanlah mencerminkan diri Anda sebenarnya yang Anda inginkan, atau sebenarnya bahwa semua yang Anda pernah ingin lakukan adalah menari. Jadi tegaslah.

2.Belajar bagaimana caranya mengatakan “Tidak”

Tahu persis kemana Anda ingin pergi memudahkan untuk mencari tahu apa yang penting bagi Anda dan apa yang tidak. Ketika Anda tahu tujuan akhir Anda, Anda setidaknya akan memiliki kecenderungan akan kepentingan untuk setiap hal yang hendak dilakukan. Anda akan sering menemukan bahwa hal-hal penting itu berstatus tidak mendesak atau sebaliknya. Dalam beberapa kasus, mungkin ada hal-hal yang tidak pantas untuk dilakukan sama sekali.

Catatan: Sebuah metode yang bagus untuk mengidentifikasi antara suatu hal itu mendesak atau hanyalah penting biasa adalah metode Eisenhower Matrix.

Hal ini juga berarti Anda harus belajar bagaimana mengatakan “tidak”. Ini tidak mudah, terutama jika yang terlibat adalah uang. Kadang-kadang imbalan yang menggoda tergantung tepat di depan Anda, maka ini saatnya Anda untuk memunculkan kembali “Funeral Test” lagi untuk melihat apakah imbalannya layak untuk dikejar.

3.Berlatih untuk mendengarkan dengan baik dan aktif

Hal yang baik tentang mengatakan tidak untuk banyak hal yang bisa menghabiskan lebih banyak waktu adalah dengan benar-benar mendengarkan orang lain. Tiga pendekatan fokus untuk berkomunikasi:

  1. Anda sedang mendengarkan untuk memahami apa yang dikatakan oleh orang yang Anda dengarkan, bukan untuk memberikan saran atau merespon.
  2. Anda pastikan Anda memahami dengan mengulangi kembali kepada mereka apa yang mereka katakan dan menunjukkan emosi mereka.
  3. Anda membantu mereka menyusun proses pemikiran mereka sendiri.

Ini adalah salah satu pelajaran utama yang saya pelajari selama saya 6 bulan pertama sebagai pelatih: Seorang pelatih yang baik ditentukan lebih oleh kualitas pertanyaannya, dibandingkan dengan kualitas jawabannya.

Covey menyebutkan: “Pertama, lihatlah untuk memahami, kemudian yang kedua untuk dipahami. Dan itu adalah awalan untuk berlatih mendengarkan aktif dan berempati.

Sama seperti Anda curiga pada dokter ketika ia meresepkan antibiotik yang kuat setelah mendengar Anda yang hanya batuk sekali, kita tidak cenderung untuk mempercayai orang yang kita pikir tidak benar-benar memahami kita.

Jadi berusaha untuk mendengar untuk memahami, bukan mendengarkan untuk merespon. Cara yang baik untuk memulai latihan ini adalah hanya dengan mengurangi berbicara.

Diterjemahkan dan ditulis ulang dari “Four Minutes Books” .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s