PENGALAMAN DAN TIPS TPB DI ITB

resize-of-img_1136

Kuliah di ITB

foto diambil dari: https://stei.itb.ac.id/id/blog/2014/04/10/kuliah-umum-anang-khusaidi-pt-unilever-indonesia/

Apa itu TPB? TPB merupakan singkatan dari Tahun Pertama Bersama atau Tahap Persiapan Bersama. Merupakan masa perkuliahan 2 semester di awal menjalani pendidikan di Institut / Universitas Teknik. TPB wajib diikuti alias berlaku bagi semua mahasiswa baru ITB tidak mempedulikan melalui jalur masuk mana ketika penerimaan mahasiswa dahulu. Di ITB, TPB juga diplesetkan sebagai “Tahun Paling Bahagia“. Ya memang, sesulit dan sesibuknya kuliah TPB, itu adalah yang paling mudah dan paling longgar waktunya bila dibandingkan dengan kuliah di tahun kedua, ketiga, maupun keempat. Banyak juga yang menjadikan istilah “SMA kelas 4” sebagai julukan untuk TPB ini, mengingat matakuliah-matakuliah yang dipelajari materinya masih mirip dengan pelajaran SMA, tentunya lebih mendalam dan lebih sukar.

Walaupun saya menjalani TPB ini pada tahun 2007-2008 lalu dan untuk tahun sekarang ITB telah mengganti kurikulum TPB-nya, namun secara garis besar TPB saya dengan TPB yang diselenggarakan sekarang tidak banyak berbeda.

Dalam TPB ini, diajarkan matakuliah-matakuliah dasar yang menjadi pondasi bagi penyerapan ilmu perkuliahan di tahun-tahun berikutnya. Meskipun kurikulumnya sedikit berbeda untuk tiap Fakultas/Sekolah, namun terdapat matakuliah-matakuliah yang sama diajarkan untuk hampir semua Fakultas/Sekolah. Matakuliah tersebut seperti Kalkulus I dan II, Fisika Dasar I dan II, Kimia Dasar I dan II, Olahraga I dan II, Pemahaman Teks Akademik (Bahasa Inggris), Tata Tulis Karya Ilmiah, Pengetahuan Lingkungan, Konsep Teknologi, dan matakuliah-matakuliah khas untuk tiap Fakultas/Sekolah.

Untuk matakuliah Kalkulus, Fisika Dasar, dan Kimia Dasar, terdapat 2 jenis tipe yaitu tipe A dan tipe B. Kasarannya, tipe A diperuntukkan untuk jurusan-jurusan teknik atau jurusan yang membutuhkan modal kelimuan matematika, fisika, atau kimia yang mendalam. Sebaliknya tipe B diperuntukkan bagi jurusan-jurusan non-Teknik dan sejenisnya. Tentunya materi silabus tipe A lebih banyak dan sulit daripada tipe B.

Meskipun ini bukan pengalaman TPB pertama saya (sebelumnya saya pernah kuliah di universitas teknik lain), akan tetapi tetap menguras banyak tenaga dan pikiran dalam menghadapinya. Karena agak berbeda kurikulumnya, sehingga ada bab-bab baru yang lebih susah dan belum pernah saya temui sebelumnya. Selain itu ada matakuliah-matakuliah dan praktikum yang baru saya temui seperti matakuliah Kimia Dasar dan praktikumnya, Olahraga, praktikum Fisika Dasar, Research Based Learning (RBL) dan lain sebagainya.

Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah memberikan gambaran, tips, dan persiapan bagi teman-teman mahasiswa baru ITB untuk menghadapi TPB dan meraih sukses dengan menaklukkannya. Berikut saya kupas berbagai hal selama TPB di ITB 2007.

1. PMB (OSKM)

PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru) atau OSKM adalah penyambutan mahasiswa yang dilakukan ITB dan KM ITB (semacam BEM). Diawali dengan penyambutan secara resmi oleh Rektor di Sabuga dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan memberikan semangat untuk modal memulai kuliah di kampus Ganesha. Saya sarankan bagi teman-teman mahasiswa baru untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini. Selain mendapatkan pengalaman baru, teman baru, OSKM juga memberikan berbagai informasi dan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Bagaimana serunya kegiatan OSKM ini? Berikut ada video dokumentasi resmi LFM (Liga Film Mahasiswa) untuk OSKM ITB 2014:

Di akhir acara OSKM ini biasanya diadakan OHU yaitu Open House Unit. Apa itu Unit? Unit adalah semacam ekstrakurikuler yang dapat teman-teman ikuti selama kuliah di ITB nanti. Di OHU, setiap Unit akan memperkenalkan diri dan memberikan sedikit pertunjukan sebagai kampanye ajakan untuk bergabung dengan unit tersebut. Dengan kehidupan mahasiswa yang sangat heterogen, mulai dari beranekanya agama, suku, ras, hobi, ideologi, pemahaman, interest, passion dll dari para mahasiswanya menyebabkan ada sekitar 85 unit yang berbeda. Suatu jumlah yang sangat wow kan untuk ukuran universitas di Indonesia. Penulis sarankan bagi rekan-rekan untuk bergabung dengan unit. Satu unit saja sudah cukup. Karena mayoritas mahasiswa hanya mampu bertahan (sampai lulus) untuk aktif di 1 unit saja. Selain dapat mengasah diri di keilmuan/kelompok/hobi yang Anda gemari, bergabung dengan unit memberikan pengalaman baru dalam berorganisasi, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Dengan memiliki unit, Anda akan memiliki keluarga baru yang dapat menemani suka dan duka Anda selama kuliah di ITB. Daftar 85 unit tersebut dapat dilihat di link berikut:

FAKTA DAN DATA UNIK SEPUTAR ITB

daftar unit dapat dilihat di bagian paling akhir dari artikel tersebut (pada poin ke-12).

2. Kalkulus (Matematika)

Salah satu matakuliah yang diajarkan adalah Kalkulus. Kalkulus merupakan salah satu cabang dari ilmu Matematika. Matakuliah ini berbobot 4 sks. Kalkulus mengajarkan tentang bagaimana cara berpikir, menyelesaikan permasalahan, menghitung, dan menuliskan “bahasa” matematis. Meliputi fungsi, limit, diferensial, integral lipat 1 dan 2 serta aplikasinya, cartesius 2 dan 3 Dimensi,  fungsi-fungsi Transenden, Teknik Pengintegralan, Persamaan Diferensial, Vektor, deret, barisan, dlsb. Di semester 1 akan belajar Kalkulus I dan di semester 2 Kalkulus II. Karena ada 2 tipe seperti yang disebut di atas, maka masing-masing terdapat Kalkulus IA atau Kalkulus IB begitu juga untuk Kalkulus II. Buku yang dijadikan acuan adalah buku karangan Purcell.

Dosen Kalkulus saya dahulu bernama Bapak Warsoma Djohan. Bapak ini sangat lucu dan genius. Enak sekali penyampaian pengajarannya. Beliau pernah mendapat gelar dosen teladan atau dosen terbaik (saya lupa) di masa itu. Intisari Kalkulus I dan II dalam bentuk .pdf yang beredar di mahasiswa juga susunan beliau.

Berikut Handout Diktat Intisari Kalkulus IA dan IIA berformat .pdf :

kalkulus1

kalkulus2

Tips untuk kuliah Kalkulus :

  • Baca sekilas materi yang akan diajarkan di malam hari sebelumnya.
  • Duduklah di barisan paling depan (saya menyesal jarang duduk di depan sewaktu kuliah, meskipun saya meraih nilai A di kedua matakuliah Kalkulus ini)
  • Perhatikan dengan seksama penjelasan dosen. Jangan terlalu sibuk mencatat apa yang ada di papan. Karena biasanya dosen akan memberikan waktu untuk mencatat. Mencatat tetap menjadi hal yang penting. Apabila Anda tipe orang yang multitasking, maka lakukan kedua hal ini bersamaan. Anda juga dapat memfotokopi catatan teman yang biasanya rajin mencatat.
  • Print handout materi (Intisari Kalkulus) yang berupa file .pdf dan jilid menjadi buku. Sehingga Anda tidak perlu mencatat semua yang tertulis di papan. Cukup mencorat-coret menambahi seperlunya di handout tersebut.
  • Langsung bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Dosen justru akan senang jika ada mahasiswanya yang bertanya. Jangan merasa malu dengan teman-teman Anda. Malulah justru jika Anda nanti tidak lulus matakuliah ini atau nilai Anda jelek.
  • Kerjakan semua soal tutorial di saat waktu kosong baik di kampus maupun di kosan / rumah.
  • Untuk menghadapi UTS dan UAS, kerjakan semua soal di Bundel Soal Gamais berkali-kali.
  • Belajar kelompok! Dengan belajar kelompok kita bisa saling mengajari dan berbagi ilmu, saling mengisi kekosongan, bertukar logika berpikir, dan sharing pendapat.
  • Belajarlah mengenai “bahasa” Matematika. Yaitu tatacara penulisan “kalimat” matematika. Seperti peletakan tanda-tanda operasi matematika, keruntutan logika, penjelasan alur berpikir seperti penulisan pemisalan, dan sejenisnya. Nilai Anda akan dikurangi jika tidak memenuhi kaidah penulisan ini meskipun jawaban Anda benar. Kaidah-kaidah penulisan ini biasanya diajarkan / disinggung sedikit-demi sedikit oleh dosen ketika menjelaskan perhitungan di papan tulis. Mahasiswa akan menulis kalimat matematika yang tepat sesuai dengan kaidah ini dengan terbiasa apabila sering mengerjakan latihan soal berulang-ulang.

3. Fisika Dasar

Secara garis besar silabusnya masih mirip dengan pelajaran Fisika SMA. Namun lebih mendalam baik pemahaman maupun perhitungannya. Masih sama dengan Kalkulus, ada Fisika Dasar IA atau IB di semester 1, IIA atau IIB di semester 2. Buku acuan yang dipakai adalah buku karangan Halliday.

Dosen saya untuk Fisika Dasar I ini adalah Bapak Enjang Jaenal Mustopa. Bapak ini jenius dan unik sekali. Bapak ini selalu mengabsen mahasiswanya di awal pelajaran. Mungkin sedikit mencoba menghafal atau memang menghafal nama mahasiswa-mahasiswanya. Pernah suatu ketika beberapa tahun setelah “lulus” TPB, saya bertemu dengan Bapak ini secara tidak sengaja dan ternyata beliau masih mengenali saya bahkan dapat menyebut nama lengkap saya dengan benar.

Tips untuk perkuliahan ini tidak jauh berbeda dengan tips kuliah Kalkulus di atas.

Berikut Materi Fisika Dasar IA

1vektor

2kinematika

3dinamika

4usaha-dan-energi

5osilasi-harmonis

6momentum-liner

7benda-tegar_-statika

8elastisitas

9fluida

10teori-kinetik-gas

11hukum0-1termo

12hukum-termo-2

13teori-relativitas-khusus

Berikut Materi Fisika Dasar IIA

1cover-hk-coulomb-rk

2-muatan-rk

3-hk-gauss-rk

4-medan-listrik-rk

5-sifat-listrik-bahan-ar

6-energi-potensial-potensial-wd

7-ekipotensial-wd

8-kapasitor-wd

9-arus-listrik-wd

10rangkaian-rc-wd

11-medan-magnet-ej

12-ggl-induksi-gh

14-sifat-magnetik-bahan-ar

15-arusbb-es

16-gelombang-js

17-bunyi-js

20-alat-optik-sh

21-fismod1-dk

22-fismod2-mk-ho

22-fismod2-mk

difraksi-fh

induktansi-induktor-wd

4. Praktikum Fisika Dasar

Praktikum Fisika Dasar ini menyokong teori-teori yang diajarkan di kelas. Pengetahuan Fisika sewaktu SMA dan SMP sangat membantu praktikan dalam mengikuti praktikum ini. Laboratorium Fisika Dasar terdapat di lantai 2 gedung Comlabs ( kalau tidak pindah 😀 ). Berikut tips-tips yang dapat diterapkan:

  • Pastikan Anda mengetahui dengan benar jadwal modul yang akan dipraktikumkan besok. Karena tiap kelompok berbeda-beda dan jadwal disusun secara acak.
  • Baca penjelasan di modul sebelum praktikum dimulai. Minimal sehari sebelumnya.
  • Matangkan materi di modul tersebut untuk persiapan pretest (tes awal).
  • Jangan datang telat. Karena absensi dilakukan dengan scanning barcode pada kartu tanda pengenal (nametag). Sehingga waktu saat Anda absensi terekam pada komputer. Telat 1 detik saja nilai Anda akan dipotong.
  • Jangan lupa mencatat kondisi awal dan akhir praktikum, seperti suhu dan tekanan laboratorium. Karena data-data ini harus dicantumkan di laporan.
  • Simpan tas di loker, dan ambil barang-barang yang diperlukan saja.
  • Kerjakan praktikum dengan cepat, tepat, dan setangkas mungkin. Karena waktu sangat dibatasi.
  • Laporan ditulis tangan dan dikumpulkan di tempat setelah Anda menyelesaikan praktikum. Sehingga kerjakan dengan secepat mungkin. Karena waktu yang terbatas. Asisten tidak menolerir laporan yang belum selesai. Jika waktu telah habis, selesai-tidak selesai mau-tidak mau, laporan harus dikumpulkan.
  • Anda bisa bertanya-tanya kepada teman Anda yang sudah menyelesaikan modul yang sejudul sebelumnya.

5. Research Based Learning (RBL)

Research Based Learning adalah tugas besar matakuliah Fisika Dasar di akhir masa semester. Biasanya teman-teman akan diminta membuat alat atau yang lainnya dan bersesuaian dengan materi di kelas. Project ini berkelompok. Dan akan dilombakan antarkelompok di kelas. Dan pemenangnya akan dilombakan antarkelas se-ITB.

RBL angkatan saya untuk Fisika Dasar I adalah alat pelontar bola. Kami diminta untuk membuat pelontar bola. Properti dan dimensi (ukuran dan massa) dari bola ditentukan. Alat tersebut harus mampu melontarkan bola tersebut sehingga masuk ke sasaran gawang yang memiliki variasi jarak dan ketinggian. Pemenang dipilih berdasarkan jumlah gol terbanyak. Waktu itu kami memanfaatkan gaya pegas sesuai Hukum Hooks untuk pelontar bolanya. Untuk mencapai aneka jarak dan ketinggian gawang, kami memvariasikan sudut lontaran dan perubahan panjang (delta-x) pegas yang ditarik. Konsep alat yang kami buat berdasar pada Hukum Hooks, Hukum Kekekalan Energi dan Gerak Parabola. Kami memenangkan untuk tingkat kelas tetapi kalah ketika dilombakan se-ITB bersama juara dari kelas-kelas lainnya.

Dan untuk Fisika Dasar II adalah generator listrik. Kami diminta untuk membuat generator listrik yang dapat menghasilkan energi listrik berdasar prinsip induksi elektromagnetik. Pemenang dipilih berdasarkan alat yang dapat menghasilkan tegangan terbesar. Untuk kali ini kelompok saya gagal menang di kelas, tetapi tegangan yang dihasilkan alat rancangan kami tertinggi ketiga di kelas.

Tips untuk RBL ini:

  • Pikirkan dan diskusikan dengan teman sekelompok rancangan atau desain yang tepat. Yang mampu menghasilkan output penilaian yang maksimal. Misalkan untuk kasus di atas, merancang alat pelontar bola yang dapat memasukkan bola secara presisi dan sesering mungkin. Kemudian untuk Fisika Dasar II pikirkan rancangan alat generator yang dapat menghasilkan tegangan setinggi mungkin.
  • Buatlah laporan semenarik mungkin. Laporan harus diisi dengan dasar-dasar teori kenapa alat tersebut didesain demikian. Dan dasar-dasar teori tersebut harus sesuai dengan materi di kelas dengan perhitungan-perhitungan sesuai rumus yang diajarkan.
  • Gambarkan gambar rancangan alat di laporannya.
  • Tumbuhkan kekompakan dan kerjasama dalam tim selama merancang alat tersebut.
  • Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kakak kelas.

 6. Kimia Dasar

Pengetahuan tentang pelajaran Kimia sewaktu SMA cukup membantu untuk menjalani matakuliah ini. Tentunya lebih mendalam apa yang dipelajari. Dan memang ada bagian-bagian yang belum pernah ditemui selama SMA. Ada dua tipe, sehingga ada Kimia Dasar IA, IB, IIA, dan IIB. Buku pegangan yang biasa dipakai adalah buku susunan Bapak Hiskia Achmad, dosen Kimia ITB. Satu bab beliau tulis dalam 1 buku. Dosen saya untuk matakuliah ini adalah Bapak I Made Arcana. Tipsnya tidak jauh berbeda dengan Fisika Dasar dan Kalkulus.

Berikut Materi Kimia Dasar IA

pengantarkimia-terjemah

stoikiometri

strukturatom

wujudzat

ikatankimia

kesetimbangankimia

energetika

Contoh Transparansi Materi Kuliah

trans_energetika_kimia

trans_fasa

trans_ikatan_kimia

trans_struktur_atom

Contoh Ujian 1 Kimia Dasar IA

200301u1a

200401u1a

Berikut Materi Kimia Dasar IIA

asam-basa

elektrokimia

kimiaintidanradiokimia

kinetika

kimialarutan

7. Praktikum Kimia Dasar

Praktikum Kimia Dasar medukung materi-materi yang disampaikan di kelas. Praktikum dilakukan di gedung Basic Science Center B lantai 1 diapit oleh gedung Teknik Perminyakan dan Program Studi Kimia. Pintu masuk terdapat di bagian belakang gedung. Kemahiran mata pelajaran Kimia saat SMA sangat membantu mendapatkan nilai yang bagus di praktikum ini. Tips untuk sukses di praktikum ini adalah:

  • Jangan lupa mempersiapkan buku jurnal praktikum, jas lab, dan name tag seperti spesifikasi yang diminta.
  • Jangan lupa untuk menulis jurnal sebelum praktikum.
  • Jangan lupa mengerjakan tugas pendahuluan. Tugas pendahuluan ditempel di lab beberapa hari sebelumnya.
  • Persiapkan bahan yang harus dibawa untuk praktikum (jika ada).
  • Untuk pretest atau tes awal belajarlah sebelum praktikum, cukup mengingat kembali pelajaran SMA dan kuliah serta membaca jurnal praktikum yang sudah Anda susun.
  • Cek dengan teliti alat yang diberikan sebelum praktikum. Karena di akhir praktikum akan dicek ulang kelengkapannya. Bila di pengecekan setelah praktikum diketemukan ketidaklengkapan, maka Anda dianggap memecahkan / merusak alat dan Anda harus menggantinya.
  • Berhati-hati menggunakan alat pecah belah. Karena jika Anda memecahkannya, maka Anda harus menggantinya. Kalau tidak salah, nilai Anda akan ditahan ( dapat nilai T ) jika Anda belum menyelesaikan penggantian alat.
  • Anda tidak lulus matakuliah Kimia Dasar apabila Anda tidak lulus praktikum ini, berapapun nilai ujian (UTS/UAS) Anda.

Berikut Modul Praktikum Kimia Dasar  I

modul-praktikum-kimia-dasar-ia-2016-2017

8. Olahraga

Pada zaman saya, Matakuliah olahraga ada 2 kali. Olahraga I di semester 1 dan Olahraga II di semester 2. Untuk Olahraga I, akan belajar dasar-dasar olahraga secara umum. Sedangkan Olahraga II merupakan Olahraga pilihan. Mahasiswa diminta memilih olahraga yang diminati. Bisa bulutangkis, sepak bola, hoki, tenis lapangan, renang, bola basket, dll. Ciri khas keduanya adalah lari 6 kali putaran track atletik di Saraga (Sasana Olahraga Ganesha) dengan total lintasan 2.4 km. Tips untuk matakuliah ini adalah:

  • Persiapkan kesehatan Anda sebelum mengikuti matakuliah ini.
  • Konsultasikan dengan dosen Olahraga dan dokter jika Anda memiliki penyakit menetap. Fasilitas dokter gratis dapat diakses di Balai Pengobatan Bumi Medika Ganesa (BMG) dekat dengan Masjid Salman.
  • Jangan makan berat dalam waktu dekat sebelum mengikuti kuliah ini. Berilah jeda setidaknya 1 jam. ( karena saya pernah muntah-muntah gara-gara terlalu dekat jarak makan berat dan olahraganya :p )
  • Jangan datang terlambat.
  • Ikuti semua instruksi dari dosen.
  • Jangan segan-segan izin jika memang sedang sakit.
  • Untuk tes lari, latihan lah di luar jam kuliah seperti di hari sabtu atau minggu di Saraga. Fasilitas track Atletik Saraga dibuka gratis untuk mahasiswa ITB. Tinggal menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) ketika memasukinya. Nilai yang diberikan berdasarkan waktu yang ditempuh 6 putaran tersebut. Berlatihlah untuk memendekkan waktu yang dibutuhkan.
  • Bersikaplah jujur.

9. Bundel Soal Gamais

Merupakan buku cetakan berisi kumpulan soal-soal dan pembahasan jawaban UTS dan UAS matakuliah Kalkulus, Fisika Dasar, dan Kimia Dasar, 5 tahun terakhir. Saya sangat-sangat menyarankan teman-teman untuk membeli buku ini. Serta mengerjakan soal-soalnya berulang-ulang sebagai persiapan UTS dan UAS. Buku ini dicetak terbatas. Sehingga jangan menunda untuk membelinya.

Gamais merupakan unit keluarGA MAhasiswa ISlam ITB. Gamais menerbitkan buku ini dengan versi yang selalu diperbaharui setiap tahunnya.

10. UTS dan UAS

Berikut tips-tips untuk menghadapi UTS dan UAS TPB:

  • Jaga kesehatan dan stamina.
  • Jangan gunakan Sistem Kebut Semalam. Belajarlah jauh-jauh hari sebelumnya.
  • Persiapkan diri dengan belajar kelompok dan mengerjakan berulang-ulang soal-soal di Bundel Soal Gamais.
  • Pastikan Anda mengetahui dengan tepat ruangan tempat ujian. Ruangan tempat ujian biasa diumumkan dosen di pertemuan terakhir kuliah sebelum ujian dimulai dan ditempel di papan pengumuman jurusan asal matakuliah tersebut.
  • Gunakan catatan-catatan kecil yang bisa dibawa kemana-mana dan bisa dibaca ketika waktu kosong yang berisi rumus-rumus dan ringkasan materi.
  • Persiapkan alat tulis dan kalkulator dengan baik. Mungkin terlihat sepele. Namun apa yang Anda gunakan untuk menulis jika ternyata Anda lupa membawa bolpoin atau bolpoin Anda habis??
  • Jangan terlambat. Datanglah setidaknya 30 menit sebelum jadwal ujian dimulai.
  • Dengarkan baik-baik dan turuti apa yang dikatakan pengawas ujian. Pengawas ujian biasanya adalah kakak kelas kita. Meskipun pengawas adalah kakak kelas kita sendiri, justru keketatan pengawasan mereka sama sadisnya dengan dosen sendiri yang menjadi pengawas.
  • Tulis  nama dan NIM di setiap lembar jawaban guna mengantisipasi jika ada lembar jawaban yang terlepas.
  • Ketika ujian berlangsung, dilarang untuk izin ke kamar mandi, kecuali bagi mereka yang sedang sakit itupun dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter. Sehingga sebelum ujian, sempatkan ke kamar mandi terlebih dahulu.
  • Pada beberapa matakuliah dalam penulisan jawaban, penggunaan cairan pengoreksi ( tipe-x ) adalah “diharamkan“. Koreksi dilakukan  dengan mencoret bagian yang salah dan menulis kembali jawaban yang  benar di tempat lain.
  • Tidak diperbolehkan menulis jawaban dengan menggunakan pensil.
  • Jangan mencontek atau memperlihatkan gerak mencurigakan. Pengawas ujian tidak segan-segan mencatat peserta ujian yang mencontek tanpa menegurnya.
  • Dilarang pinjam-meminjam alat tulis / alat hitung kepada peserta ujian lain. Karena tindakan ini dianggap sama dengan mencontek.
  • Berbicara dengan teman dan melihat jawaban peserta ujian lain adalah dilarang.
  • Jangan tegang, gugup atau panik ketika mengerjakan soal. Ketika tegang, gugup atau panik biasanya ide dan jalan pikir kita agak terganggu.
  • Jika pengawas ujian menyatakan waktu telah habis, maka semua peserta ujian harus berhenti bekerja dan membiarkan lembar jawaban tetap di atas meja.
  • Jangan lupa berdoa dan minta restu kedua orang tua.

11. Penjurusan

Berbeda dengan universitas/institut teknik lain, selama menjalani TPB di ITB, mahasiswa baru belum mempunyai jurusan. Mereka masuk di Fakultas/Sekolah terlebih dahulu. Penentuan penjurusan dilakukan dengan mempertimbangkan minat. Fakultas/Sekolah mengetahui minat rekan-rekan dengan menyodorkan kuisioner sebanyak 3 kali. Urutan pilihan menunjukkan prioritas. Pemilih pertama akan diprioritaskan terlebih dahulu. Tetapi apabila peminat melebihi daya tampung atau kursi, maka akan diprioritaskan dari IPK tertinggi. Sehingga untuk mencapai jurusan yang diinginkan, perjuangkan dengan meraih IPK TPB setinggi mungkin.

Untuk memilih jurusan, sebaiknya mahasiswa berkonsultasi dengan dosen wali dan psikolog di kampus serta kedua orang tua Anda. Psikolog kampus memiliki data lengkap hasil psikotes Anda sewaktu menjadi mahasiswa baru. Ruang konsultasi psikologi terdapat di dekat GKU Timur (kalau tidak pindah).

12. Kelulusan TPB

Data statistik menunjukkan setiap tahunnya 5-10% dari mahasiswa baru ITB di DO karena gagal “lulus” TPB ini. Angka tersebut berkisar pada 150-300 mahasiswa. Mereka yang di-DO ini gagal beradaptasi dengan lingkungan dan cara belajar baru di dunia perkuliahan. Cara belajar saat kuliah berbeda sekali dengan cara belajar saat di SMA. Mahasiswa dituntut untuk mandiri dan dididik agar dewasa. Sehingga bersungguh-sungguhlah dalam menyelesaikan TPB ini. Tips-tips di atas sangat membantu rekan-rekan dalam menghindari fenomena ini. Sesuai peraturan akademik, TPB paling lambat diselesaikan dalam 2 tahun. Artinya, jika ada 1 saja matakuliah TPB yang tidak lulus, maka tahun depannya merupakan kesempatan terakhir untuk mengulangnya. Jika tahun depannya tersebut tidak lulus lagi, maka mahasiswa baru terpaksa harus angkat kaki dari ITB alias menanggalkan jas almamaternya. Ingat, nilai minimal agar lulus di ITB untuk setiap matakuliah adalah “C”. Nilai D sama saja dengan nilai E alias tidak lulus. Untuk lebih jelasnya mengenai fenomena ini dapat dibaca di link berikut:

TIAP TAHUN, RATUSAN MAHASISWA ITB DROP OUT

Namun jangan takut dan khawatir, jika Anda menerapkan banyak dari tips-tips di atas. Maka saya jamin insyaallah kelulusan TPB ada di genggaman Anda. Mahasiswa ITB yang di DO biasanya akan diminta kampus untuk mengundurkan diri terlebih dahulu kemudian akan dibantu untuk direkomendasikan supaya pindah kuliah ke universitas lain. Namun tentunya itu bukanlah pilihan atau cerita hidup yang kita pilih. Terkadang juga mahasiswa DO harus mencari universitas barunya sendiri.

Itulah sharing pengalaman dan tips untuk menjalani TPB. Untuk adik-adik kelas XII SMA /  sederajat, saya harap artikel ini dapat membantu adik-adik untuk mengetahui gambaran perkuliahan di ITB sehingga membantu adik-adik untuk memilih universitas. Juga untuk teman-teman mahasiswa baru ITB, semoga sukses menjalani TPB dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Selamat berjuang!

Advertisements

17 responses to “PENGALAMAN DAN TIPS TPB DI ITB

  1. Terima kasih, sangat sangat bermanfaat, izin download file filenya juga, sekali lagi terima kasih..

  2. terima kasih banyak, Pak. Sudah lebih dari 5x saya bolak-balik ke postingan ini, sangat membantu.

      • STEI, Pak. Rencananya mau ambil IF, tapi masih ingin tau yang lain juga. Kebetulan saya suka semua jurusan disana kecuali elektro,ttl,dan biomedik, hehe.

      • Udah konsultasi ke psikolog kampus?
        Oh iya di tulisan saya ndak ada tentang matakuliah PTI. Soalnya zaman saya dulu belum ada. Coba cari di blog lain mungkin ada. PTI itu Pengantar Teknologi Informasi. Belajar pemrograman. Ada praktikumnya. Ada 3 versi A, B, dan C. STEI kalo ga salah dapet PTI A. Yg paling susah.

  3. belum, nanti saya coba konsultasi, terima kasih sarannya, Pak. Iya benar, kabarnya STEI dapat PTI A

  4. Prmisi kak mau nanya
    Aku kan mau msuk ftmd dan jrusan pling aku ska d stu ya cma t. Mesin kak.keketatan masuk teknik mesin itu ketat banget g kak
    Makasih kak 😀

  5. Assalamu alaykum
    Kak aku mau masuk ftmd tapi aku ska cma t mesin. Keketatan jurusan teknik meain itu ketat g ka? buat masuk jurusan itu
    Makasih kak 😀

    • Pas jaman saya Teknik Mesin memang paling Favorit di FTMD. Banyak sekali yg menjadikan Teknik Mesin menjadi pilihan pertama saat mengisi kuisioner. Tetapi keadaan tiap tahun bisa berubah. Coba tanyakan ke anak FTMD 2016. Maaf kurang banyak membantu. IPK minimal buat masuk kesitu waktu itu tinggi, minimal 3 lebih, saya lupa angkanya berapa. IPK 3 lebih itu kalo di SMA sama saja dapet nilai pada rentang 71-81 (dengan standar penilaian ITB) dan dengan beberapa matakuliah harus dapat AB atau A dengan kata lain dapat nilai 82 ke atas. Jadi kasarannya matakuliah2mu harus dapet nilai segitu. Angka itu gede.

      Kalo memang sudah niat masuk T. Mesin memang harus bekerja keras 2x. Pertama usaha keras untuk bisa lolos masuk FTMD. Kedua, kerja keras kuliah TPB supaya IPK tinggi dan bisa masuk Mesin. Ukur diri Anda, perkirakan. Tetapi, kalo bener2 cuma pengen masuk Teknik Mesin, jurusan Teknik Mesin di universitas lain juga bisa menjadi alternatif kalo dirasa berat untuk bersaing masuk FTMD dan masuk Mesin. Daripada nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, nyasar ke jurusan lain sehingga salah jurusan. Jurusan Tek. Mesin ada di Perguruan Tinggi Negeri: ITS, Undip, UGM, UI, Unibraw, UNS, Univ. Khairun, Univ. Riau, Univ. Malikussaleh, Unhas, Univ. Halu Oleo, Univ. Samudra, Unsri, Unesa, Univ. Bengkulu,
      Apakah kamu benar2 cuma suka Mesin? Coba korek2 informasi tentang Teknik Material dan Teknik Penerbangan (Astronotika dan Aeronotika). Bisa jadi sebenernya kamu juga minat dengan 2 jurusan di atas. Karena jurusan2 tersebut masih 1 rumpun.

      Sori kepanjangan.
      Ada lagi yang mau ditanyakan?

      Semoga sukses

  6. Kak mau tanya aku kan orangnya gk bisa olahraga sama sekali nih. aku liat di website itb yang sekarang ini keliatannya cuman ada di semster 2 aja. itu kira kira isinya ngapain aja ya? kalo denger olahraga udah grogi duluan. mungkin gak sih suruhngulangin gara gara nilai di olahraga jelek? makasih sebelumnya.

    • Kamu sama kayak saya. Saya juga ga suka olahraga. Sama persis. Dari SD sampe SMA paling takut ama pelajaran olahraga. Tiap lari juga selalu muntah2. Tapi saya kemarin di ITB Olahraga dapet B dua2nya. Asalkan kamu masuk terus dan menuruti perintah dosennya aja udah cukup untuk bisa lulus olahraga. Belum pernah denger yg ga lulus olahraganya. Paling yg memang sering bolos ga masuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s