JURUSAN-JURUSAN LANGKA DI ITB

Berikut merupakan jurusan-jurusan langka dan unik di Indonesia yang pendidikan S-1 nya diselenggarakan oleh ITB. Sebagian besar dari tulisan di bawah ini adalah kutipan dari website resmi ITB. Sumber asli asal salinan tulisan di bawah ini tercantum di Daftar Pustaka bagian paling bawah dari artikel ini.

1. Astronomi

Profil

Bukan hanya langka di Indonesia, jurusan ini adalah satu-satunya jurusan Astronomi di Asia Tenggara. Jenjang S1, S2, S3 ketiganya diselenggarakan oleh Astronomi ITB. Berdiri pada tahun 1951 ditandai dengan dikukuhkannya G.B. van Albada sebagai Guru Besar Astronomi  di Technische Hoogeschool (ITB saat zaman Belanda). Sejarah program studi ini tidak terlepas dari didirikannya Observatorium Boscha pada tahun 1923 di Lembang, Jawa Barat.

Kerjasama

Astronomi ITB bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari nasional seperti (LAPAN, Planetarium dan Observatorium DKI Jaya), maupun internasional (SRON, Univ. of Amsterdam, Univ. of Leiden, Belanda; Kyoto University, The University of Tokyo, National Astronomical Observatory, Gunma Observatory, Jepang; AAO, Australia; India; USA). Dalam skala Individu tercatat staf dosen diminta menjadi referee dalam jurnal-jurnal internasional utama, serta penghargaan-penghargaan nasional maupun internasional sebagai outstanding scientist.

Prospek Kerja

  • Bidang penelitian
    • Di Asia Tenggara, negara-negaranya yang semakin sadar akan pentingnya Astronomi, membangun jaringan yang dinamakan SEAN (South East Asia Networking). Dipercaya bahwa Indonesia akan menjadi pusat SDM untuk jaringan ini karena Astronomi ITB masih merupakan satu-satunya pendidikan formal ilmu Astronomi di Asia Tenggara.
  • Bidang pengajaran
    • Menjadi tenaga pengajar terampil yang dapat meningkatkan minat siswanya untuk mempelajari sains.
  • Media
    • Sarjana Astronomi dapat menjadi penulis kolom dan editor pada majah-majalah maupun jurnal sains, serta menyampaikan konsep-konsep sains dengan cara yang kreatif.
  • Bidang lain

Selain bidang-bidang di atas, lulusan Astronomi juga dapat berkecimpung di bidang-bidang lain misalnya sebagai analis sistem pengembang perangkat lunak.

2. Teknik Aeronotika dan Astronotika (Teknik Penerbangan)

Profil

Teknik kedirgantaraan atau teknik penerbangan (Inggris: aeronautics and astronautics atau aerospace engineering) adalah bidang disiplin teknik yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan upaya penjelajahan manusia di dalam atmosfer atau di luar angkasa. Contohnya adalah aerodinamika, struktur, rancangan pesawatteknik material, interaksi manusia dan mesin, teknik kendali terbang, aeroelastisitasteknik propulsi, dan lain-lain.

Prospek Kerja

Secara umum, terdapat dua sektor lapangan kerja bagi lulusan Program Studi Aeronotika dan Astronotika di Indonesia, yaitu sektor industri kedirgantaraan dan sektor lembaga penerbangan.

  • Sektor industri kedirgantaraan meliputi:
    • industri manufaktur (PT. DI)
    • industri komponen kedirgantaraan, baik komponen-komponen avionika/optronika (LEN, PT. INTI), hidrolika/landing-gear, maupun komponen standar.
    • industri jasa, yang meliputi jasa perawatan (ACS-PT.DI, GMF-AeroAsia, INDO-PELITA, MMF, Koharmat-AU), jasa angkutan udara (airlines, air charter, seperti PT. GIA, PT. MNA, dll.), maupun jasa telekomunikasi satelit (Satelindo, PSN, Telkom, Kohanudnas).
  • Sektor lembaga penerbangan yang juga membutuhkan sarjana Aeronotika dan Astronotika, meliputi:
    • lembaga penelitian (Puspiptek/BPPT, Dislitbang AU, LAPAN).
    • lembaga pendidikan (ITB, AAU, Sekbang-AU, dll.)
    • lembaga pemerintahan (Departemen Perhubungan).

3. Meteorologi

Profil

Program Studi Meteorologi yang didirikan tahun 1998, saat ini merupakan salah satu program studi di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Sejak dibentuknya sampai sekarang Program Studi Meteorologi ITB merupakan satu-satunya pendidikan di Indonesia yang mengakomodasi dasar-dasar mengenai dinamika cuaca dan iklim di daerah tropis.
Program Studi Meteorologi yang merupakan Program Sarjana dengan masa studi empat tahun akan memberikan pemahaman yang lengkap mengenai sistem cuaca dan iklim bumi mulai dari atmosfer di atas permukaan bumi dan laut hingga lapisan atmosfer atas. Selain itu, program studi meteorologi mempelajari konsepsi cuaca dan iklim secara lengkap serta dampak-dampak perubahan iklim.

Kerjasama

Program Studi Meteorologi ITB telah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai instansi/institusi pemerintah dan swasta baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti LAPAN, Badan Meteorologi dan Geofisika, Tohoku University, Universitas Tokyo, PT. Rekayasa Industri, BPPT, Departemen Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Departemen Pertanian, BAPPENAS, LIPI, dll. Serta dengan Lembaga Swadaya Masyarakat seperti WALHI, WWF, Greenpeace dan Pelangi.Isu yang berkembang saat ini menjadi bagian yang dipelajari di program studi meteorologi ini. Diantara isu tersebut adalah perubahan iklim global (global climate change).

Prospek Kerja

Pada prinsipnya, kompetensi lulusan Meteorologi adalah memprediksi dan mengetahui bagaimana kecenderungan gejala-gejala cuaca dan keterkaitannya dengan kehidupan manusia. Beberapa bidang dan instansi yang bisa dimasuki oleh sarjana Meteorologi adalah sebagai berikut :

  • Instansi Pemerintahan
    • Khususnya di Badan Meteorologi dan Geofisika, BPPT, dan institusi sejenis. Sarjana Meteorologi sangat dibutuhkan untuk melakukan analisis terhadap cuaca dan membuat prakiraan cuaca. Disamping itu menjadi dosen Meteorologi di Perguruan Tinggi Negri, menjadi peneliti di LIPI dan RISTEK.
  • Akademisi
    • Menjadi staff pengajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta
  • Peneliti
    • Menjadi peneliti di institusi-institusi dan badan riset pemerintah maupun swasta
  • Pertanian
    • Bidang pertanian merupakan bidang yang paling banyak membutuhkan ilmu Meteorologi, seorang sarjana Meteorologi dapat menjadi analis di bidang ini.
  • Industri

Sarjana Meteorologi dapat menjadi ahli atau konsultan dalam membuat alat-alat yang terkait dengan bidang Meteorologi.

4. Oseanografi

Profil

Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses fisis dan dinamis air laut. Ahli Oseanografi mendedikasikan bidang kajiannya pada masalah-masalah kelautan dalam skala lokal, regional, dan global baik yang bersifat kajian murni (pure research) maupun kajian terapan yang dapat menunjang kajian lingkungan laut dan pesisir, dan menunjang eksplorasi sumber daya laut, serta menunjang pengembangan dan penerapan rekayasa dan teknologi kelautan.
Kajian yang dipelajari di PS Oseanografi ITB meliputi proses-proses fisis dan dinamis air laut mulai yang bersifat teoritik sampai dengan terapannya seperti studi dinamika pasang surut, arus laut, gelombang laut, interaksi laut-atmosfer, tsunami, dinamika ekosistem laut, prediksi daerah upwelling untuk fishing ground, penggerusan dan pengendapan sedimen pantai hingga penyebaran tumpahan minyak dan polutan lainnya di laut. Daerah kajian yang ditinjau mulai dari hulu sungai, estuari, perairan pantai, dan perairan laut lepas. Observasi lapangan, studi laboratorium, pemodelan dan simulasi komputer, serta aplikasi penginderaan jauh (remote sensing) merupakan metode utama dalam keilmuan ini.
Bidang penelitian yang dikembangkan saat ini untuk mendukung proses pendidikan di PS Oseanografi ITB adalah: Dinamika Ekosistem Lingkungan Laut, Energi Alternatif dari Laut, Bencana Laut dan Mitigasinya, Pemodelan Oseanografi, Manajemen Pantai, Aplikasi Gelombang Internal dan Akustik Bawah Laut dalam Bidang Militer, dan Interaksi Atmosfer Laut.

5. Teknik Bioenergi dan Kemurgi

Teknik Bioenergi dan Kemurgi adalah sub-keilmuan yang mempelajari bidang keilmuan yang dapat memformulasikan masalah-masalah mengenai pemrosesan dan pengolahan bahan nabati menjadi bahan non-pangan pada skala industri, menciptakan sumber energi baru dan energi terbarukan, serta memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara efesien dan efektif dalam mengolah dan memanfaatkan sumber energi baru dan energi terbarukan.

Prospek Pekerjaan

  • Bidang produksi energi alternatif
  • Bidang teknologi pasca panen
  • Bidang riset bioenergy

6. Seni Rupa

Seni Rupa merupakan ilmu yang mempelajari tentang keindahan, yaitu secara teori dan prakteknya. Beberapa hal yang akan teman-teman pelajari pada program studi Seni Rupa misalnya melukis, mematung, menggrafis, membuat keramik sampai penerapan ilmu-ilmu seni, seperti sejarah dan perkembangan Seni Rupa saat ini.

Banyak sekali hal-hal menarik yang akan teman-teman temui di dalam Seni Rupa saat teman-teman mempelajarinya. Lalu apa saja yang akan di pelajari di Seni Rupa FSRD-ITB? Sebagai institusi yang menggabungkan seni, sains dan teknologi, tentu saja teman-teman akan mendapatkan kajian-kajian terhadap Seni Rupa secara ilmiah lebih mendalam dan di sesuaikan dengan perkembangan seni. Pada program studi Seni Rupa FSRD-ITB bidang keilmuannya akan dibagi menurut studio-studio, di dalam program studi Seni Rupa ini terdiri dari empat studio yaitu seni lukis, seni grafis, seni patung dan seni keramik.

Di studio seni lukis teman-teman akan mempelajari teknis-teknis melukis dan mempelajari berbagai macam kecenderungan gaya lukis, di studio seni patung teman-teman akan mempelajari dasar-dasar mematung dan pemahaman akan material dan bentuk tiga dimensi, di studio seni grafis teman-teman akan mempelajari teknik-teknik cetak konvensional, fotografi dan cetak digital, di studio keramik teman-teman akan mempelajari teknik-teknik pembuatan bentuk tiga dimensi, tahap pewarnaan, sampai ke pada tahap pembakaran, dengan menggunakan material tanah liat.

Hal lain yang tidak kalah menarik dari Seni Rupa adalah jangkauan penelitian dan penggunaan material dalam proses pembuatan karya luas tidak terbatas, sehingga teman-teman dapat mengembangkan kreativitas dan rasa keingintahuan teman-teman. Misalnya saja, teman-teman yang tertarik untuk mengembangkan bakat pengolahan bentuk tiga dimensi maupun bentuk dua dimensi dapat memperdalam disini. Teman-teman yang tertarik tentang kajian teori-teori seni juga dapat mengembangkan minat tersebut, dengan memilih berkonsentrasi pada ilmu tersebut, dll.

Proses belajarnya pun tak kalah menarik , karena pada program studi Seni Rupa terdapat kuliah minor sehingga mahasiswa studio lukis dapat mempelajari dasar-dasar mematung di studio patung. Galeri-galeri dan ruang alternatif menjadi salah satu tempat pameran hasil karya mahasiswa, sehingga teman-teman dapat mempelajari bagaimana cara mandiri agar karya-karyanya dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.

lmu apapun tidak dapat berdiri sendiri, begitu pula dengan Seni Rupa. Beberapa ilmu yang berhubungan dengan Seni Rupa adalah psikologi, sejarah, manajemen, filsafat dll. Ilmu-ilmu tersebut menjadi alat bantu dalam memahami proses pengembangan Seni Rupa yang ada. Contohnya manejemen seni adalah bagaimana cara kita dalam mengatur sebuah acara seni, dari awal sampai selesainya acara tersebut. bagaimana sebuah karya seni dapat mempengaruhi atau menjadi alat terapi bagi orang yang sedang terganggu psikologinya, merupakan salah satu fenomena yang harus dijelaskan oleh teman-teman natinya dengan menggabungkan ilmu seni dan ilmu psikologi.

Setelah menyelesaikan TPB mahasiswa menempuh tahun kedua dengan memilih bidang kajian yang terdapat pada jalur pilihan utama. Ada enam jalur pilihan yang tersedia, yaitu:

  • Jalur pilihan Seni Lukis,
  • Jalur pilihan Seni Patung
  • Jalur pilihan Seni Grafis
  • Jalur pilihan Seni Keramik,
  • Jalur pilihan Ilmu-ilmu Seni dan Estetika dan
  • Jalur pilihan Intermedia.

Prospek Kerja

Seorang alumni Seni Rupa dapat bekerja di berbagai tempat atau memilih berbagai profesi sebagai berikut :

  • Seniman
  • Instansi Pemerintah atau Swasta
    • Lulusan Seni Rupa dapat bekerja sebagai pengajar dan peneliti di instansi pemerintah seperti : Perguruan tinggi Negeri, Departemen Pariwisata
  • Galeri
    • Galeri-galeri pemerintah maupun swasta sebagai kurator, kritikus seni.
  • Majalah Seni
    • Alumni Seni Rupa dapat menjadi chief editor masalah seni
  • TV
    • Menjadi pengasuh acara seni dan budaya
  • ART consultant
    • Alumni Seni Rupa dapat membuka sebuah usaha dibidang perencanaan karya-karya seni, seperti monumental
  • Wiraswasta
    • Alumni Seni Rupa dapat menjadi art dealer dan art supply

Berikut struktur kurikulum jurusan Seni Rupa ITB

Struktur Kurikulum Program Studi Seni Rupa

7. Kria

Kria atau bahasa kerennya craft, merupakan bagian dari desain sekaligus seni. Dapat dikatakan posisi Kria itu berada di tengah-tengah desain dan seni. Bila desain memfokuskan hasil garapannya dari segi teknis dan nilai fungsional, dan seni lebih mengutamakan karya seni bernilai dengan filosofis serta makna atau pesan yang ingin disampaikan seniman kepada pengamat. Nah, Kria adalah mendesain suatu produk fungsional dengan sangat mengutamakan nilai estetika, kualitas desain dan makna atau pesan filosofisnya. Dahulu, benda-benda yang disebut produk kria adalah benda yang bernilai estetis tinggi dan biasanya diagungkan, misalnya keris, kain ulos, kain batik, dll. Sekarang, produk Kria lebih tetap menyerap nilai dan unsur tradisional pada produk-produknya untuk melestarikan citra tradisi Indonesia.

Masyarakat sering mengidentikkan kria dengan kerajinan, namun hal itu sangat berbeda, produk kria diproduksi dalam skala relatif kecil karena dalam proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama dan mengandalkan tenaga manusia/ ( handmade ) , jadi sifatnya eksklusif. Produk kria sulit dibajak atau ditiru, karena produk kria mengandalkan pekerjaan tangan. Hal ini menjadi letak keunikan produk Kria, karena pekerjaan tangan lebih personal, maka tidak ada produk yang sama persis.

Bidang keilmuannya dibagi lagi menjadi beberapa bidang, contohnya kria tekstil. Pada bidang ini kita mempelajari apa itu tekstil, dan bagaimana cara menaikkan mutu bahan utama menjadi bahan jadi yang lebih baik. Misalnya dari benang menjadi kain, dari kain polos menjadi berwarna/ bermotif, dari kain tidak bertekstur menjadi bertekstur, material serat alam menjadi lebih fungsional dan masih banyak lagi kemungkinan untuk diolah dan dipelajari pada bidang kria tekstil.

Bidang lain misalnya bidang kria keramik. Bidang ini hampir mirip dengan Kria Tekstil, namun materialnya saja yang bebeda. Kria Keramik mengeksplorasi bahan-bahan yang dapat diolah menjadi keramik, dengan bahan dasar tanah liat, Kria Keramik mengolah produk keramiknya menjadi lebih bervariasi, misalnya dengan penggunaan motif pada glasir, penggabungan keramik dengan material lainnya, seperti kaca, dll. Selain kedua bidang diatas, ada juga bidang-bidang lain seperti kria kulit, kria kayu, dan kriya logam.

Program Studi Kria akan mengarahkan temen-taman untuk dapat mengolah material awal hingga menjadi produk jadi, dengan mengutamakan nilai filosofis, nilai estetis, prinsip-prinsip mendesain, citra tradisional & etnik sebagai bangsa Indonesia, dan sisi fungsional yang direalisasikan dengan teknik pengerjaannya yang lebih modern namun tetap bercirikan pada teknik pengolahan tangan.

Prospek kerja

Sandang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga bisnis apapun yang berkaitan dengan bidang itu akan terus berkembang dan dibutuhkan masyarakat. Kebutuhan sandang meliputi pakaian, tas, sepatu, handuk, bed cover, dll. Produk dengan material tekstil lainnya seperti upholstery sofa, karpet, prinsipnya yang berbahan dasar kain / fabric.

Beberapa alternatif profesi yang dapat dijalani oleh sarjana Kria misalnya:

  • Fabric desainer ; Desainer kain, sebagai desainer kain; teman-teman dapat mengolah permukaan tekstil dengan mengaplikasikan teknik-teknik tekstil seperti tie dye, batik,dll. Atau bisa juga melakukan penggabungan beberapa teknik. Selain itu tugasnya adalah mengolah benang yang akan dijadikan kain sebagai bahan utama pembuatan produk. Fabric desainer memenuhi kebutuhan bahan bagi fashion desainer untuk digunakan pada rancangannya. Seringkali, para fashion desainer kesulitan merealisasikan imajinasi & keinginannya pada kain sebagai rancangan desain karena kurangnya tenaga profesional yang khusus mengolah disiplin ilmu tekstil.
  • Seniman kria; seniman kria mengolah bahan-bahan tekstil seperti serat alam dengan teknik tertentu untuk dinikmati sebagai elemen estetis yang berfungsi dekoratif.
  • Konsultan desainer; sebagai konsultan kria tekstil meramalkan kreasi-kreasi kain yang akan disukai pasar, mencakup warna, motif dan bahan. Biasanya konsultan banyak diperlukan pabrik-pabrik industri dalam skala yang cukup besar.
  • Interior fabric desainer ; lulusan kria juga dapat mensuplai kebutuhan perlengkapan interior, sama seperti fashion desainer, desainer interior juga seringkali kesulitan mengolah produk interior yang berbahan tekstil seperti: bahan sofa, kap lampu, tirai, karpet, dll. Desainer interior dibutuhkan klien untuk menciptakan kesan tertentu, bila tidak ditunjang dengan meterial yang cocok desainer interior pun akan kesulitan merealisasikan rancangannya.
  • Wirausaha / pengusaha; misalnya pengusaha pembuatan kain batik, industri sepatu kulit, butik, distro, perlengkapan interior atau sanggar pembuatan keramik seperti F.X Widayanto.
  • Fashion desainer
  • Fashion Editor & Wardrobe

Berikut Struktur Kurikulum S-1 Kriya

8. Mikrobiologi

Mikrobiologi merupakan ilmu terapan yang memanfaatkan mikroorganisme (mikroba) sebagai alat untuk peningkatan kualitas hidup manusia. Pada awalnya pemanfaatan mikroba hanya berkisar pada industri makanan saja. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, mikroba pun banyak digunakan untuk kegiatan manusia yang lainnya seperti pengelolaan limbah, pengembangan ilmu pengetahuan di bidang rekayasa genetika dan lain sebagainya.

Sesuai dengan namanya, pada program studi Mikrobiologi teman-teman akan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan mikroba. Hal ini tentu akan berbeda dengan program studi Biologi yang cakupan ilmunya lebih luas. Di prodi Mikrobiologi teman-teman tentu tidak banyak berhubungan langsung dengan tumbuhan dan hewan, walaupun tetap ada interaksi antara mikroba dengan tumbuhan dan hewan, misalnya untuk masalah yang berkaitan dengan penyakit tanaman, penyakit infeksi, dsbnya. Di prodi Mikrobiologi teman-teman akan belajar teknik rekayasa genetika, kultur sel, teknologi fermentasi, pembuatan makanan yang prosesnya melibatkan mikroba, dll.

Teknik rekayasa gen dan kultur sel tentunya akan banyak berhubungan dengan ilmu mikrobiologi karena mikroba (terutama plasmid) merupakan alat yang digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam organisme lain. Misalnya, ketika kita ingin memasukkan gen anti hama pada tumbuhan tertentu maka kita akan mengambil plasmid dari suatu bakteri kemudian kita sisipkan gen anti hama. Setelah proses tersebut selesai, bakteri akan dimasukkan ke tanaman.

Dengan kuliah di mikrobiologi, teman-teman pun dapat memanfaatkan berbagai pengetahuan yang ada untuk membuat berbagai jenis makanan sehat yang prosesnya menggunakan mikroba atau langsung memanfaatkan mikroba yang ada. Misalnya, yogurt dan keju. Dua jenis makanan ini merupakan makanan yang proses pembuatannya dibantu oleh mikroba. Takaran dan jenis mikroba yang digunakan akan mempengaruhi rasa yogurt dan keju yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Selain itu, kini mikroba mulai digunakan untuk mengatasi masalah limbah. Misalnya, pada saat pengangkutan minyak bumi dari pengeboran lepas pantai atau distribusi minyak bumi dari satu tempat ke tempat yang lain. Jika terjadi kebocoran di laut sehingga mengakibatkan tumpahan minyak bumi (yang tentunya mencemari laut), mikroba tepatnya bakteri tertentu memiliki kemampuan untuk membantu proses pembersihan laut. Caranya ? Bakteri tersebut akan “memakan” minyak yang ada.

roses belajar pun akan ditunjang dengan berbagai macam kegiatan yang menarik seperti praktikum, kuliah lapangan, kunjungan ke lembaga dan instansi terkait, dll. Praktikum merupakan bagian dari mata kuliah, menjadi salah satu tempat bagi teman-teman untuk membuktikan atau melihat langsung fenomena alam yang dipelajari. Kuliah lapangan akan membantu teman-teman untuk melihat langsung fenomena tersebut di alam. Wacana dan pengetahuan teman-teman pun akan bertambah ketika melakukan kunjungan ke lembaga atau instansi yang menggunakan mikroba dalam proses kerjanya. Proses belajar tidak akan membosankan dan tentunya meningkatkan pengetahuan teman-teman tentang mikroba dan pemanfaatannya.

Prospek Kerja

  • Instansi Pemerintah
    • Lulusan Mikrobiologi dapat bekerja di berbagai Departemen seperti Departemen Pertanian, Departemen Pertambangan dan Perminyakan, Departemen Kesehatan, dll. Selain itu, PTN/S, BATAN, Biofarma, dan Balitsa merupakan tempat yang tepat bagi lulusan Mikrobiologi yang ingin mengambangkan pengatahuannya sebagai pengajar atau peneliti
  • Industri
    • Lulusan Mikrobiologi banyak dibutuhkan di industri makanan, seperti Indofood, Garuda Food, Walls, Ultrajaya, dll. Biasanya lulusan Mikrobiologi akan bekerja sebagai staff “Quality Control”, “Quality Assurance”, ataupun di bagian “Research and Development”
  • Wiraswasta
    • Lulusan Mikrobiologi pun dapat mengambangkan beberapa produk makanan yang ada seperti tahu, tempe, keju, yogurt, dll sebagai usaha kecil dan menengah. Selain itu, menjadi pengusaha jamur pun dapat dijadikan sebagai pilihan usaha.
  • Konsultan Lingkungan

Lulusan memiliki pengetahuan tentang pengelolaan limbah dengan bantuan mikroba. Oleh karena itu, lulusan Mikrobiologi mampu bekerja sebagai konsultan yang berbasis lingkungan.

9. Rekayasa Hayati

Rekayasa Hayati (Bio-engineering) merupakan interdisiplin llmu Kehayatan (Bio-sciences) dan Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis biosistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat biosistem untuk bioindustri. Perekayasaan disini mencakup pengertian, seperti perekayasaan proses biologis, pengoperasian agen hayati terekayasa, pembuatan peralatan baru berbasis biosistem atau teknologi untuk pengembangan biomaterial. Bio-ensineering dapat diaplikasikan dalam perekayasaan sistem produksi untuk pengembangan industri bio-produk.

Sebagai upaya revitalisasi industri Indonesia saat ini giat dikembangkan industri berbasis SDH. Salah satu industri bioproduk penting di Indonesia adalah produksi Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai upaya pemanfaatan energi alternatif. Dalam pengembangan bioindustri produk nabati, baik BBN atau bioproduk lainnya, akan dibutuhkan Sarjana Rekayasa Hayati (Bio-engineers) yang memiliki latar belakang bidang llmu Kehayatan dan Teknik serta mampu mengoptimalkan efisiensi produksi melalui perekayasaan berbasis biosistem. Bio-engineers yang dibutuhkan harus memahami bahwa agen tumbuhan merupakan “mesin produksi” dan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem produksi.

Program Studi (Prodi) Sarjana Rekayasa Hayati ITB tidak saja dapat menjembatani bidang ilmu Teknik dan Kehayatan, tapi juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan Sarjana Rekayasa Hayati (Bio-engineers) yang mampu mengaplikasikan dasar-dasar llmu Teknik dalam pengembangan industri bioproduk dengan penekanan pada produk nabati.

Perkuliahan Program Studi Rekayasa Hayati akan dilaksanakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesa (jl. Ganesa no. 10 Bandung) dan kampus Jatinangor (jl. Winaya Mukti no. 1 Jatinangor).

Prospek Kerja

Perkembangan llmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang pesat selama beberapa dekade terakhir ini, dalam bidang pertanian, kesehatan, industri obat-obatan, makanan – pakan, menuntut pengembangan tahap hilir untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas agen hayati dalam skala industri. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan penguasaan ilmu teknik yang terkait terutama dalam perancangan sistem produksi massal, perhitungan struktur, mekanisasi, labor/SDM dan teknologi proses hilir. Karena itu, diperlukan Sarjana Rekayasa Hayati (Bio-engineers) dengan kompetensi khusus dalam perekayasaan berbasis sistem hayati. Bio-engineers sangat dibutuhkan dalam perancangan sistem dan produksi massal dari biomaterial dan bioproduk, seperti misalnya enzim, therapeutic proteins, senyawa bioaktif, bioenergi, biomembran atau biodegradable plastics.

10. Rekayasa Pertanian

Sebagai negara tropis, Indonesia dikaruniai keanekaragaman hayati yang tinggi serta energi matahari dan curah hujan yang berlimpah sepanjang tahun. Kondisi alam tropis tersebut memungkinkan pertanian di Indonesia untuk berproduksi sepanjang tahun dengan komoditas yang beragam serta menggunakan masukan energi yang lebih rendah (less energy input) dibandingkan dengan pertanian negara temperata. Tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah mengembangkan sebuah sistem pertanian yang bertumpu pada kekuatan alam tropis untuk untuk menghasilkan produk pertanian yang beragam dengan efisiensi energi, materi dan ekonomi yang tinggi tanpa mencemari lingkungan serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ITB melalui Program Studi Sarjana Rekayasa Pertanian pada Sekolah llmu dan Teknologi Hayati (SITH) berkomitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh serta memiliki kompetensi teknis unggul untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan (dengan Jawa Barat sebagai model) dalam rangka mencapai swasembada kebutuhan pokok dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat (Jawa Barat dan Indonesia umumnya).

Sektor pertanian di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh serta memiliki kompetensi teknis yang unggul untuk berkontribusi pada pembangunan pertanian Indonesia. Sumber daya manusia yang di bentuk akan mampu men|awab isu isu nasional yang terkait dengan teknik produksi biomasa pertanian yaitu peningkatan produktivitas, pencapaian kualitas, keandalan praktis, dan keberlanjutan.

Rekayasa Pertanian ITB merupakan program studi yang dibangun dengan landasan sains hayati yang kuat dan mengkombinasikan ilmu-ilmu pertanan konvensional dengan; prinsip-prinsip rekayasa biosistem. Prinsip-prinsip rekayasa biosistem diaplikasikan untuk membangun dan mengelola sistem pertanian untuk mencapai efisiensi energi, materi dan ekonomi yang optimal.

Perkuliahan Program Studi Rekayasa Pertanian akan dilaksanakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesa (jl. Ganesa no. 10 Bandung) dan kampus Jatinangor (jl. Winaya Mukti no. 1 Jatinangor).

Prospek Kerja

Kebutuhan tenaga kerja bidang pertanian didasarkan pada identifikasi bidang bidang yang memerlukan sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian diantaranya (1) Wiraswasta (petani profesional); (2) Tenaga ahli pertanian pada lembaga pemerintah; (3) Tenaga ahli pertanian pada industri pertanian dan perkebunan; (4) Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lain lain.

11. Rekayasa Kehutanan

Hutan merupakan sumber daya hayati penting bagi Indonesia mengingat perannya dalam menyediakan berbagai produk hutan, baik kayu maupun non-kayu, serta jasa lingkungan. Kawasan hutan membentuk lebih dari 70% luas daratan Indonesia dan mencapai lebih dari 130 juta hektar. Kelestarian hutan Indonesia saat ini terancam oleh tingginya laju deforestasi dan degradasi lahan. Pembangunan kehutanan Jawa Barat, merupakan bagian dari pembangunan nasional. Luas hutan di Jawa Barat hanya tertinggal 19% dari 21,3%. Diharapkan pada masa yang akan datang, luasan hutan di Jawa Barat dapat ditingkatkan melalui program-program rehabilitasi yang telah dan akan direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Untuk mendukung program-program tersebut diperlukan sumber daya manusia, terutama yang berasal dari daerah Jawa Barat salah satunya melalui pendidikan di Program Studi Rekayasa Biosistem Kehutanan

Rekayasa Kehutanan (Forestry Engineering) merupakan interdisiplin ilmu kehutanan (Forestry Science) dan Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bioproses serta biosistem untuk menjaga kelestarian hutan,memanipulasi hutan agar pemanfaatannya berkelanjutan, dan membangun/ mengkonstruksi hutan-hutan baru. Pendidikan dalam rekayasa kehutanan mengutamakan cara pandang holistik yang menempatkan hutan sebagai ekosistem yang harus dipelajari dalam konteks keterkaitannyadengan berbagai aspek lingkungan, ekonomi dan sosial-masyarakat.

Kompetensi teknis utama rekayasa kehutanan diarahkan untukmenjaga, memanipulasi dan membangun hutan menggunakan prisip-prinsip rekayasa untuk mencapai efisiensi energi dan materi yang optimal serta mengaplikasikan berbagai teknologi yang tersedia untuk membangun dan mengelola hutan.

Perkuliahan Program Studi Rekayasa Kehutanan akan dilaksanakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesa (jl. Ganesa no. 10 Bandung) dan kampus Jatinangor (jl. Winaya Mukti no. 1 Jatinangor).

Prospek Kerja

Kebutuhan tenaga kerja bidang kehutanan didasarkan pada identifikasi bidang-bidang yang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) bidang kehutanan diantaranya (1) Industri kehutanan; (2) Pengelolaan hutan pada instansi pemerintah dan swasta; (3) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Non-Pemerintah (Non-Government Organization/NGO); (4) Wiraswasta kehutanan dan profesi lain.

12. Teknologi Pascapanen

Permasalahan utama penyediaan komoditas bahan kebutuhan pokok di Indonesia terutama bersumber pada tingginya kehilangan hasil pasca panen, yang disebabkan oleh penanganan hasil panen yang tidak sesuai serta iklim yang tidak menentu. Kehilangan pasca panen ini bukan saja menjadi masalah di Indonesia, namun sudah menjadi masalah di negara-negara lain, walaupun dengan tingkat kehilangan yang berbeda-beda. Dengan demikian dibutuhkan suatu konsep yang dapat melengkapi bidang-bidang studi pertanian dari sisi approach, knowledge, dan technical skill, sehingga dapat bersinergi untuk mengatasi masalah-masalah kehilangan hasil panen tersebut, terutama untuk kondisi iklim tropis yang sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

Teknologi Pasca Panen merupakan interdisiplin ilmu-ilmu pertanian dan kehutanana serta Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bioproses serta biosistem yang dijabarkan dalam 10 konsep, yaitu Pembanguna yang berkelanjutan, Bioregional, Keanekaragaman Hayati, Pengelolaan Lingkungan, Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Pertanian Terpadu, Agribisnis, Ekologi Manusia, Siklus Biogeokimiawi, dan Entropi.

Kompetensi teknis utama Teknologi Pasca Panen diarahkan untuk memproses, menjaga, memanipulasi dan memaksimalkan hasil panen dengan menggunakan prisip-prinsip rekayasa untuk mencapai efisiensi energi dan materi yang optimal serta mengaplikasikan berbagai teknologi yang tersedia.

Perkuliahan Program Studi Teknologi Pasca Panen akan dilaksanakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesa (jl. Ganesa no. 10 Bandung) dan kampus Jatinangor (jl. Winaya Mukti no. 1 Jatinangor).

Prospek Kerja

Kebutuhan keahlian tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia (SDM) untuk:

  • Industri Pertanian, industri perkebunan .
  • Industri Peternakan.
  • Industri kesehatan dan farmasi.
  • Pasar Modern.
  • Industri Benih.
  • Inovator peralatan pertanian dan pengolahan hasil pertanian
  • Instansi pemerintah

Institusi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peneliti dan tenaga pengajar.

13. Sains dan Teknologi Farmasi

Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi, mencakup berbagai aspek yang berhubungan dengan produk farmasi mulai dari pencarian/penemuan, pengolahan dan pengembangan bahan baku hingga menjadi sediaan farmasi yang siap digunakan. Dalam arti lain, program studi ini berorientasi kepada pengembangan pharmaceutical science & technology atau pendekatannya bersifat product oriented untuk memenuhi kebutuhan tenaga riset, pengembangan, produksi dan pemeriksaan produk farmasi dan alat kesehatan.

Program studi Sains dan Teknologi Farmasi adalah bagian dari Sekolah Farmasi ITB yang lebih berorientasi pada pengembangan produk kefarmasian. Prodi ini mengkaji berbagai aspek yang berhubungan dengan ”sediaan farmasi” mulai dari pencarian atau penciptaan, pengembangan bahan baku sampai menjadi sediaan farmasi yang siap digunakan, seperti obat-obatan, jamu atau produk kosmetika.

Ilmu yang akan teman-teman pelajari dalam prodi ini terkait sangat erat dengan dunia industri farmasi. Tentunya karena tingkat kecanggihan alat-alat yang digunakan pada industri farmasi ini, pelaksanaan dan pengembangannya harus berdasarkan penelitian yang canggih. Sehingga, prodi ini pun akan sangat cocok bagi teman-teman yang suka meneliti. Di bidang teknologi, teman-teman bisa meneliti tentang obat dan penyembuhan penyakit berbasis DNA. Di bidang kimia medisinal, teman-teman bisa meneliti senyawa obat baru. Di bidang fitokimia, teman-teman bisa meneliti pengaruh senyawa dari tanaman terhadap gangguan fisiologi pada tubuh dan banyak lagi lainnya. Di bidang farmakologi, teman-teman bisa meneliti tentang mekanisme kerja obat terhadap tubuh. Bahkan bagi yang suka komputer, teman-teman dapat melakukan riset permodelan suatu senyawa obat baru melalui program komputer.

Prospek Kerja

Seorang lulusan prodi Sains dan Teknologi Farmasi diharapkan menguasai dan mampu menerapkan serta mengembangkan sains dan teknologi farmasi untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsi pekerjaan di produksi, pengawasan mutu, penelitian dan pengembangan produk-produk farmasi. Prospek kerja lulusan STF sangat luas diantaranya :

    • Bidang Industri Obat-obatan dan Produk Biologi
      • Bidang pekerjaan yang dilakukan sangat bervariasi variatif, dari jajaran marketing, produksi, pengembangan produk, pengawasan dan penjaminan mutu, pergudangan, hingga kehumasan. Contoh : Sanbe Farma, Kalbe Farma, Bio Farma, Kimia Farma, Bayer, dsb.
    • Bidang Industri Makanan
      • Berbekal pengetahuan tentang pembuatan obat yang baik, sarjana farmasi dapat menguasai pekerjaan di bidang industri makanan, sebab syarat pembuatan produk makanan relatif lebih sederhana dibandingkan produk obat. Contoh: Nestle, Wingsfood, Indofood, Ultra, dsb.
    • Bidang Industri Kosmetik. Contoh : Sari Ayu, Mustika Ratu.
    • Industri perbekalan rumah tangga dan kesehatan seperti : Unilever, dan P&G
    • Industri jamu dan obat tradisional seperti : Air mancur, Borobudur, Sido muncul
    • Bidang Riset dan Pendidikan, seperti Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian
    • Bidang Perdagangan

Sektor perdagangan obat dan alat kesehatan juga membutuhkan sarjana farmasi karena produk obat-obatan dan alat kesehatan harus memenuhi standar keamanan, efikasi, dan kualitas.

14. Manajemen Rekayasa Industri

Manajemen Rekayasa Industri (MRI) adalah sub-keilmuan yang mengkombinasikan ilmu rekayasa (engineering) dengan keahlian manajemen untuk memimpin suatu tim yang berisi para ekspert dalam mengerjakan persoalan-persoalan pembaharuan sistem-sistem dalam suatu ssstem dan organisasi.

Seorang engineer kini tidak lagi menjalankan perannya sebagai seorang traditional engineer yang hanya berkutat dibidang teknis namun juga merangkap sebagai project managers, technical salespeople & lead system engineers yang melibatkan proses pendefinisian, perancangan, perintegrasian, pemasaran, dan pengujian kompleks sistem informasi teknologi-sentris.

Dibutuhkan sebuah keahlian khusus agar penemuan (Invention) tersebut sesuai kebutuhan, dapat diserap pasar dan dikomersialisasikan (Innovation). Hal tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan kecakapan ilmu multidimensi di bidang engineering, finance, public policy research, management, dll. yang mumpuni dan terintegrasi.

15. Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air

Tujuan Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air :

  • Wahana Pendidikan Tinggi yang berkelanjutan dalam bidang Sumber Daya Air pada era globalisasi, otonomi daerah dan privatisasi/korporasi serta tanggap dengan partisipatif masyarakat luas.
  • Menghasilkan lulusan dengan kemampuan dasar meneliti dan memiliki kompetensi pada kemampuan dan pemahaman perancangan sarana dan prasarana bidang Sumber Daya Air.
  • Menghasilkan lulusan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga professional dalam bidang Sumber Daya Air

Perkuliahan Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air akan dilaksanakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesa dan kampus Jatinangor.

Prospek Kerja

  • Instansi Pemerintah
  • Industri
  • Konsultan
  • Wiraswasta
  • Lembaga Pendidikan

16. Rekayasa Infrastruktur Lingkungan

Lulusan program studi ini diharapkan memiliki lingkup kompetensi sebagai berikut:

  • Lingkup infrastruktur: air minum, air limbah, drainase, dan persampahan
  • Lingkup skala: kuota, lingkungan dan bangunan
  • Lingkup kemampuan/pengetahuan: Proses fisik, kimia dan biologi dalam pengolahan air, limbah dan sampah
  • Perencanaan sistem dan jaringan Perancangan instalasi dan bangunan pengolahan Operasi dan pemeliharaan jaringan, instalasi dan bangunan
  • Pembiayaan dan investasi Wawasan: penataan ruang, kesehatan lingkungan dan struktur bangunan

Perkuliahan Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan akan dilaksanakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesa dan kampus Jatinangor.

Prospek Kerja

  • Instansi Pemerintah
  • Industri
  • Konsultan
  • Wiraswasta
  • Lembaga Pendidikan

17. Kewirausahaan

Program Studi Sarjana Kewirausahaan adalah kesatuan rencana belajar yang mengkaji, menerapkan, dan mengembangkan ilmu mengenai daur perkembangan usaha, mulai dari identifikasi peluang, pencarian gagasan kreatif, perencanaan usaha, usaha mula, sampai pengembangan usaha yang inovatif, dengan risiko yang terukur.

Kewirausahaan adalah sebuah disiplin ilmu tentang siklus hidup usaha atau bisnis mulai dari gagasan, perencanaan, hingga menjalankan usaha yang berhasil. Ilmu dasar kewirausahaan mencakup model bisnis, teori inovasi, perencanaan bisnis, penanganan risiko, investasi dan pendanaan, negosiasi dan legalitas bisnis, perintisan bisnis, dan pengembangan bisnis.

Profil lulusan Program Studi Sarjana Kewirausahaan dapat mengisi berbagai kegiatan kewirausahaan sebagai pewirausaha mula, perancang bisnis, konsultan bisnis, pengembang bisnis, investor, pewirausaha sosial, pewaralaba, analis kredit, pendamping bisnis, dan pembuat kebijakan kewirausahaan.

Berbeda dengan sarjana manajemen yang berpusat pada peningkatan kinerja sistem bisnis yang sudah mapan, sarjana kewirausahaan menaruh perhatian pada daur perkembangan usaha yang belum ada atau masih dalam tahap gagasan. Program studi sarjana kewirausahaan bukan hanya menguasai konsep teoritis model bisnis dan perencanaan bisnis tetapi juga mampu memulai bisnis baru dan membuat strategi pengembangan bisnis.

Prospek Kerja

Seorang alumni SBM ITB memiliki prospek kerja yang sangat luas, beberapa diantaranya adalah:

  • Entrepreneur
    • Dari pengalaman yang telah didapatkan dari mata kuliah IBE , para alumni SBM ITB akan siap untuk memulai bisnis dari awal.
  • Konsultan
    • Dengan bekal pengetahuan yang didapat selama masa kuliah, alumni SBM ITB dapat berkiprah menjadi konsultan bisnis dan manajemen. Bisa berupa konsultan marketing, konsultan human resource, konsultan keuangan.
  • Bidang Keuangan
    • Alumni SBM juga bisa berkiparah di bidang keuangan. Bidang ini dimiliki setiap perusahaan, auditor publik, dan juga bank.
  • Industri Jasa maupun Manufaktur
    • Kemampuan manajemen dibutuhkan di setiap bidang industri, karena itu alumni SBM akan sangat dibutuhkan berbagai bidang industri.

Daftar Pustaka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s